Hidup ini adalah sebuah Pelabuhan kecil dari sekian banyak tempat peristirahatan, dan tak tahu sampai kapan kita sampai pada pelabuhan terakhir, kita hanya di beri bekal dayung kecil untuk melalui peristirahatan satu ke peristirahatan lain, dayung itu adalah hati kita, kita salah mendayung, akan tersesat dan sulit untuk menuju pelabuhan abadi yang di petakan dan di janjikan Nya. maka peliharalah dayung kita ini dengan selalu mengikatnya, ikatlah ia dengan tali tawakal, jangan biarkan ia tergeletak di pelabuhan di makan rayap kekufuran, bersihkanlah dari pasir pasir dusta, dan sejukkanlah dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, jauhkan dari karang kedengkian yang bisa merubah dayung kita menjadi berlumut.....,
Dan tambatlah perahumu dengan jangkar Keimanan, jangan lepas dan eratlah kau menalikannya, agar kau dan bersama orang-orang yang satu tujuan menuju pelabuhan yang telah di petakan itu, jangan lupa untuk memberi beban jangkar dengan amal dan shodak0h, agar tidak keropos.
Tak lain kita hidup sekarang adalah hanya untuk minum, ada yang minum air putih, susu, coca cola, teh botol sosro, dan atau hanya mendapat tiap tetes dari semuanya, dan itu semua adalah sebuah ujian, kala kita mendapatkan minum air putih, kita harus selalu bersyukur, sudah bisa menghilangkan haus tenggorokan yg kering, toh mereka yang bisa minum susu, coca-cola, teh botol sosro juga sama tujuannya, yaitu menghilangkan haus di tenggorokan ini, semuanya ini adalah cobaan dan ujian kita untuk di suruh sabar, syukur, dan ikhlas menjalani hidup sementara ini.
Mereka yang hanya mendapatkan minum tiap tetes minuman itu lebih sedikit ujiannya, mereka hanya di suruh sabar, dan tawakal. dan mereka yang minum berkecukupan sesungguhnya di beri cobaan yang besar, apakah bisa menyisakan minumnya pada yang tidak dapt? ataukah hanya bisa mengabaikannya? marilah kita tengok hati kita sendiri-sendiri
No comments:
Post a Comment