27 December 2011

HIDUP INI

Hidup ini adalah sebuah Pelabuhan kecil dari sekian banyak tempat peristirahatan, dan tak tahu sampai kapan kita sampai pada pelabuhan terakhir, kita hanya di beri bekal dayung kecil untuk melalui peristirahatan satu ke peristirahatan lain, dayung itu adalah hati kita, kita salah mendayung, akan tersesat dan sulit untuk menuju pelabuhan abadi yang di petakan dan di janjikan Nya. maka peliharalah dayung kita ini dengan selalu mengikatnya, ikatlah ia dengan tali tawakal, jangan biarkan ia tergeletak di pelabuhan di makan rayap kekufuran, bersihkanlah dari pasir pasir dusta, dan sejukkanlah dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, jauhkan dari karang kedengkian yang bisa merubah dayung kita menjadi berlumut.....,

Dan tambatlah perahumu dengan jangkar Keimanan, jangan lepas dan eratlah kau menalikannya, agar kau dan bersama orang-orang yang satu tujuan menuju pelabuhan yang telah di petakan itu, jangan lupa untuk memberi beban jangkar dengan amal dan shodak0h, agar tidak keropos.

Tak lain kita hidup sekarang adalah hanya untuk minum, ada yang minum air putih, susu, coca cola, teh botol sosro, dan atau hanya mendapat tiap tetes dari semuanya, dan itu semua adalah sebuah ujian, kala kita mendapatkan minum air putih, kita harus selalu bersyukur, sudah bisa menghilangkan haus tenggorokan yg kering, toh mereka yang bisa minum susu, coca-cola, teh botol sosro juga sama tujuannya, yaitu menghilangkan haus di tenggorokan ini, semuanya ini adalah cobaan dan ujian kita untuk di suruh sabar, syukur, dan ikhlas menjalani hidup sementara ini.

Mereka yang hanya mendapatkan minum tiap tetes minuman itu lebih sedikit ujiannya, mereka hanya di suruh sabar, dan tawakal. dan mereka yang minum berkecukupan sesungguhnya di beri cobaan yang besar, apakah bisa menyisakan minumnya pada yang tidak dapt? ataukah hanya bisa mengabaikannya? marilah kita tengok hati kita sendiri-sendiri

KISAH SEGELAS SUSU

Suatu hari, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar tapi hanya mempunyai uang satu sen. Ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya, namun segera kehilangan keberaniannya ketika seorang gadis cantik telah membukakan pintu. Sebagai gantinya ia minta air.Gadis itu melihat bahwa si anak kecil tampak kelaparan, ia lalu membawakannya segelas besar susu. Anak itu pun meminumnya perlahan-lahan.
“Berapa harus kubayar segelas susu ini?” kata anak itu.
“Kau tidak harus membayar apa-apa,” jawab si gadis. “Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan.”
“Bila demikian, ku ucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku.”
Howard Kelly lalu meninggalkan rumah itu.
Ia tidak saja lebih kuat badannya, tapi keyakinannya kepada Alloh dan kepercayaannya kepada sesama manusia menjadi semakin mantap. Sebelumnya ia telah merasa putus asa dan hendak menyerah pada nasib.
Beberapa tahun kemudian gadis itu menderita sakit parah.
Para dokter setempat kebingungan sewaktu mendiagnosa penyakitnya. Mereka lalu mengirimnya ke kota besar dan mengundang beberapa dokter ahli untuk mempelajari penyakit langka si pasien. Dokter Howard Kelly akhirnya dipanggil ke ruang konsultasi untuk dimintai pendapat.
Ketika mendengar nama kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh di mata Dokter Kelly.
Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien. Dokter Kelly segera mengenali wanita sakit itu. Ia lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya.
Sejak hari itu Dokter Kelly memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan. Dokter Kelly meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada si pasien.
Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor Dokter Kelly. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu di pinggirnya. Tagihan itu kemudian dikirimkan ke kamar pasien.
Si pasien takut membuka amplop nota tagihan karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya.
Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu :
Telah dibayar lunas dengan segelas susu
Tertanda
DR. Howard Kelly
Air mata bahagia membanjiri mata si pasien. Ia berkata dalam hati,“Terima kasih Alloh, cinta-Mu telah tersebar luas lewat hati dan tangan manusia.”
Semoga kita bisa mengambil Hikmah dari kisah di atas